Fenny dan Devi : Owa Jawa yang Tak Dapat Kembali ke Alam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Owa jawa yang datang ke pusat rehabilitasi Javan Gibbon Center (JGC) sangatlah beragam. Beberapa datang dalam keadaan normal, beberapa datang dengan kondisi fisik yang lemah bahkan cacat. Malnutrisi, gigi dikikir, tulang rapuh dan patah tulang adalah beberapa kasus yang terjadi karena lemahnya kepedulian terhadap keberlangsungan hidup owa di masa depan.

Beberapa bahkan datang dengan kondisi yang sangat parah. Fenny dan Devi contohnya. Kondisi fisik mereka yang begitu parah tak memungkinkan mereka untuk dilepasliarkan ke alam. Mereka tak dapat lagi merasakan bebas bergelantungan di hutan liar sebagai habitat asli mereka.

Fenny adalah owa betina dewasa yang datang ke JGC dalam keadaan yang sungguh mengenaskan. Tubuhnya sangat lemah dan ia hanya dapat menggerakkan kepalanya ke arah kiri dan kanan. Ternyata ia ditemukan dalam keadaan terluka di jalan. Gangguan sistem syaraf yang dialaminya membuat refleks pada kedua kakinya hilang. Ia pun hanya dapat terbaring bahkan hingga tidak dapat mengeluarkan air kencing di saluran kemihnya dengan spontan. Belum lagi luka lama pada bokongnya yang entah ada sejak kapan. Berbagai upaya terbaik dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan Fenny yang malang. Sayangnya, kini Fenny tak akan pernah mampu untuk bergelantungan di pohon sebagaimana owa liar pada umumnya.

Sementara Devi datang dengan tulang tangan yang patah dan mengidap epilepsi. Tangannya yang patah tak memungkinkan Devi mampu melakukan brakiasi dan penyakit epilepsi yang dideritanya membuat Devi mudah menjadi mangsa predator di alam.

Fenny dan Devi adalah bukti bahwa memelihara owa jawa ataupun satwa liar pada umumnya adalah bentuk kejahatan nyata terhadap satwa. Kesadaran masyarakat akan hal tersebut merupakan salah satu kunci agar kisah Fenny dan Devi tak terulang kembali. Karena satwa liar berhak untuk hidup nyaman di habitat alami mereka.

Jadi, masih mau pelihara owa jawa?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tulisan terkait

Owa Jawa tinggal 4.000 individu!

Hilangnya habitat merupakan ancaman terbesar bagi populasi Owa Jawa di alam. Hal ini semakin diperparah dengan maraknya perburuan dan perdagangan bayi Owa Jawa untuk dijadikan peliharaan.