Mencintai Owa Jawa, Tak Perlu Pelihara!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Pernahkah kamu melihat postingan yang mengiklankan bayi owa jawa di sosial media? Fenomena ini memang sedang marak terjadi. Jual-beli satwa liar dilindungi kini nampak semakin terbuka dengan bantuan sosial media. Tanpa memandang bahwa satwa liar yang diperjualbelikan merupakan spesies langka yang terancam punah di habitat aslinya.

 

Memiliki sosial media tentu sah-sah saja. Javan Gibbon Center pun memiliki sosial medianya tersendiri. Pertanyaanya adalah apa yang kita gunakan dengan sosial media tersebut? Apakah digunakan untuk mengiklankan bayi owa jawa yang akan dijual atau justru memberikan edukasi pada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan habitatnya di alam?

Jawabannya ada pada diri masing-masing tentunya.
Ungkapan “Mencintai tak harus memiliki” memang paling cocok untuk urusan konservasi hewan dilindungi. Untuk mencintai satwa liar manusia harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak memiliki dan memelihara para satwa dilindungi tersebut. Karena setiap satwa memiliki peran penting dalam lingkaran ekosistem hutan.

Lucunya bayi owa jawa memang tak diragukan lagi. Tapi kelucuan itu hanya bertahan beberapa saat saja. Karena setiap bayi owa jawa lucu itu akan tumbuh menjadi owa jawa remaja lalu dewasa. Dimana insting-insting alaminya akan mulai muncul ke permukaan. tidak akan ada lagi owa jawa yang lucu, melainkan berganti menjadi owa jawa yang tertekan karena berada di lingkungan manusia yang sama sekali berlawanan dengan insting hidup alamiah yang dimilikinya.


Tangan-tangan owa jawa yang lebih panjang dari kakinya tercipta untuk bergelantungan dari dahan pohon yang satu ke dahan pohon yang lainnya. Rambutnya yang memiliki lapisan lilin alami tercipta untuk melindungi tubuh owa jawa dari air hujan. Semua sudah Tuhan ciptakan agar owa jawa dapat hidup di alam bebas dengan nyaman.

Bukankah akan lebih sesuai jika cinta yang dimiliki untuk owa jawa disalurkan dengan cara menjaga habitat asli owa jawa agar tetap dapat menyokong kehidupan tiap individu owa jawa yang hidup di dalamnya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tulisan terkait

Owa Jawa tinggal 4.000 individu!

Hilangnya habitat merupakan ancaman terbesar bagi populasi Owa Jawa di alam. Hal ini semakin diperparah dengan maraknya perburuan dan perdagangan bayi Owa Jawa untuk dijadikan peliharaan.