Setiap tahunnya pada tanggal 24 Oktober, dunia merayakan Hari Owa Internasional (International Gibbon Day). Setidaknya ada 20 jenis owa yang tersebar di seluruh Asia dan 8 diantaranya ada di Indonesia (Roos, et. Al. 2014). Pada hari itu, seluruh dunia merayakan keberagaman owa tersebut.

Sayangnya, beberapa jenis owa kini berada diambang kepunahan. Salah satunya adalah owa jawa (hylobates moloch). Owa jawa atau silvery javan gibbon adalah owa endemik asal pulau Jawa. Kini jumlahnya tak lebih dari 4000 individu saja.

Berbagai upaya konservasi dilakukan untuk dapat menyelamatkan spesies ini. Salah satunya upaya penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran yang dilakukan Yayasan Owa Jawa. Kali ini dalam rangka perayaan Hari Owa Internasional 2019, Yayasan Owa Jawa bersama Pertamina melangsungkan Eco-camp sebagai salah satu upaya meningkatkan penyadartahuan masyarakat dan generasi milenial akan owa jawa dan upaya konservasi yang dilakukan untuk menyelamatkannya.


Rangkaian acara dimulai dengan para peserta mendapatkan informasi mengenai konservasi owa jawa di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol. Dilanjutkan dengan kunjungan terbatas ke pusat rehabilitasi owa jawa di Javan Gibbon Center. Setelah itu para peserta melanjutkan perjalanan ke Gunung Puntang, Hutan Lindung Malabar untuk mengunjungi area lepas liar dan melakukan penanaman.

Upaya konservasi owa jawa sendiri telah berlangsung lebih dari 1 dekade. Sebuah kerja sama antara yayasan owa jawa, kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, Perhutani, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Conservation International Indonesia dan pihak swasta, salah satunya Pertamina EP. Setidaknya sudah lebih dari 20 individu owa yang berhasil dilepasliarkan ke alam. Termasuk 5 individu owa jawa yang dilepasliarkan di situs lepas liar gunung Puntang, Malabar, di awal tahun 2019 ini.


Semoga melalui perayaan Hari Owa Internasional ini, masyarakat semakin sadar akan peran owa jawa sebagai salah satu warisan hayati Indonesia yang harus dilindungi eksistensinya. Karena owa jawa, owa kita.




