International Gibbon Day 2019 : Owa Jawa Owa Kita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Setiap tahunnya pada tanggal 24 Oktober, dunia merayakan Hari Owa Internasional (International Gibbon Day). Setidaknya ada 20 jenis owa yang tersebar di seluruh Asia dan 8 diantaranya ada di Indonesia (Roos, et. Al. 2014). Pada hari itu, seluruh dunia merayakan keberagaman owa tersebut.

Sayangnya, beberapa jenis owa kini berada diambang kepunahan. Salah satunya adalah owa jawa (hylobates moloch). Owa jawa atau silvery javan gibbon adalah owa endemik asal pulau Jawa. Kini jumlahnya tak lebih dari 4000 individu saja.

Owa jawa liar tertangkap kamera di area Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol

Berbagai upaya konservasi dilakukan untuk dapat menyelamatkan spesies ini. Salah satunya upaya penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran yang dilakukan Yayasan Owa Jawa. Kali ini dalam rangka perayaan Hari Owa Internasional 2019, Yayasan Owa Jawa bersama Pertamina melangsungkan Eco-camp sebagai salah satu upaya meningkatkan penyadartahuan masyarakat dan generasi milenial akan owa jawa dan upaya konservasi yang dilakukan untuk menyelamatkannya.

Pemberian materi oleh Bapak Anton Aario
Kunjungan ke Javan Gibbon Center

Rangkaian acara dimulai dengan para peserta mendapatkan informasi mengenai konservasi owa jawa di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol. Dilanjutkan dengan kunjungan terbatas ke pusat rehabilitasi owa jawa di Javan Gibbon Center. Setelah itu para peserta melanjutkan perjalanan ke Gunung Puntang, Hutan Lindung Malabar untuk mengunjungi area lepas liar dan melakukan penanaman.

Pengecekan owa jawa oleh drh. Pristiani Nurantika

Upaya konservasi owa jawa sendiri telah berlangsung lebih dari 1 dekade. Sebuah kerja sama antara yayasan owa jawa, kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, Perhutani, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Conservation International Indonesia dan pihak swasta, salah satunya Pertamina EP. Setidaknya sudah lebih dari 20 individu owa yang berhasil dilepasliarkan ke alam. Termasuk 5 individu owa jawa yang dilepasliarkan di situs lepas liar gunung Puntang, Malabar, di awal tahun 2019 ini.

Owa jawa, owa kita

Semoga melalui perayaan Hari Owa Internasional ini, masyarakat semakin sadar akan peran owa jawa sebagai salah satu warisan hayati Indonesia yang harus dilindungi eksistensinya. Karena owa jawa, owa kita.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tulisan terkait

Owa Jawa tinggal 4.000 individu!

Hilangnya habitat merupakan ancaman terbesar bagi populasi Owa Jawa di alam. Hal ini semakin diperparah dengan maraknya perburuan dan perdagangan bayi Owa Jawa untuk dijadikan peliharaan.