Owa Jawa : Pesinden Hutan yang Terancam Punah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Perburuan satwa liar dan berkurangnya luasan hutan sebagai habitat alami adalah dua factor utama yang menjadi penyebab berkurangnya jumlah owa jawa di alam. Kini, kurang dari 4000 individu saja yang tersebar di sekitar jawa barat dan jawa tengah. Jumlah itu tentu akan semakin berkurang jika tak ada aksi nyata yang dilakukan.

Mengapa owa jawa diburu?

Owa jawa diburu karena kelucuannya. Ya, itu betul. Bayi owa jawa dengan bulu halus berwarna silver juga fitur wajah menggemaskan membuatnya banyak dicari sebagai peliharaan yang bersifat eksotik. Ironisnya, dibalik kelucuannya, bayi owa jawa yang berhasil ditangkap harus melihat kengerian luar biasa : matinya induk owa jawa.

Owa jawa adalah spesies yang berkeluarga. Bersifat monogamy dan sangat melindungi bayinya. Jika ada pemburu yang ingin menangkap satu individu owa jawa, bukan tidak mungkin sang induk akan mencoba melindungi dan mempertahankan anaknya bahkan hingga bertaruh nyawa. Dan pemburu tanpa rasa ragu akan menaruk pelatuknya.

Bagaimana upaya menyelamatkan owa jawa?

Penyadartahuan terhadap masyarakat adalah kunci utama. Bahwa owa jawa bukan untuk dipelihara. Tubuh mungil dengan wajah imut tak berdosa hanya dimiliki owa jawa di tahun pertama atau kedua kehidupannya. Owa jawa remaja akan mulai memiliki taring dan cakar yang mampu merobek sampai ke lapisan daging manusia. Tentu saja, dengan naluri ingin bebas yang dimilikinya. Belum lagi, kemungkinan penularan penyakit yang dapat terjadi antara manusia dan owa jawa.

Lalu bagaimana nasib owa jawa yang terlanjur dipelihara?

Owa jawa yang pernah dipelihara dapat menjalani serangkaian upaya rehabilitasi agar suatu saat dapat dikembalikan ke habitat aslinya. Sayangnya, tak semua owa jawa hasil peliharaan mampu mendapatkan kesempatan yang sama.

Beberapa owa jawa datang ke pusat rehabilitasi dalam kondisi fisik yang parah. Sebut saja Fenny dan Devi. Dua individu owa jawa yang sama sekali tak dapat dikembalikan ke alam karena kondisinya yang tak memungkinkan. Sehinnga mereka harus menghabiskan sisa hidupnya di pusat rehabilitasi.

Jadi, masih mau pelihara owa jawa?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tulisan terkait

Owa Jawa tinggal 4.000 individu!

Hilangnya habitat merupakan ancaman terbesar bagi populasi Owa Jawa di alam. Hal ini semakin diperparah dengan maraknya perburuan dan perdagangan bayi Owa Jawa untuk dijadikan peliharaan.