10 Agustus 2016 menjadi tanggal yang sangat istimewa bagi Yayasan Owa Jawa. Pada hari itu, bertepatan dengan Hari Konservasi Alam, Yayasan Owa Jawa berkesempatan untuk melakukan pelepasliaran yang ke-empat kalinya di kawasan Gunung Puntang, Hutan Lindung Gunung Malabar, Perum Perhutani KPH Bandung Selatan, Jawa Barat. Sejak 2013, tercatat sepuluh individu owa Jawa telah dilepasliarkan di kawasan ini.
Kali ini, owa Jawa yang beruntung untuk kembali merasakan kebebasan di alam liar adalah satu keluarga owa Jawa yang terdiri dari Mel (Jantan dewasa), Pooh (Betina dewasa) dan anak mereka, Asri, owa Jawa betina yang baru berusia 17 bulan. Asri adalah anak pertama mereka dan lahir di Javan Gibbon Center, pusat rehabilitasi owa Jawa yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango. Nama Asri sendiri adalah singkatan dari Asia-Afrika. Nama tersebut diberikan langsung oleh presiden Joko Widodo pada puncak acara Konferensi Asia Afrika di Bandung, 24 April 2015 lalu.
Setelah melalui proses rehabilitasi yang panjang dan tidak mudah, akhirnya keluarga ini dapat merasakan kembali hidup di alam liar. Peristiwa ini tentu menjadi salah satu keberhasilan yang sangat dinantikan oleh Yayasan Owa Jawa, yang tentunya tidak akan tercapai tanpa kontribusi dari berbagai pihak yang menjadi mitra dalam program konservasi owa Jawa ini. Pihak-pihak tersebut terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Perum Perhutani, Conservation International Indonesia, Universitas Indonesia, The Silvery Gibbon Project, PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field dan para pejuang owa di Yayasan Owa Jawa.

PT Pertamina EP Asset 3 subang field sendiri telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Owa Jawa sejak tahun 2013. Sebagai wujud keberlanjutan kerjasama dalam program konservasi owa Jawa, bersamaan dengan pelepasliaran ini, juga dilakukan penandatanganan lanjutan kerjasama tahun ke-empat antara Yayasan Owa Jawa dengan Pertamina EP Asset 3 Subang Field.
Terimakasih kami ucapkan sebesar-besarnya untuk setiap individu yang turut andil dalam melestarikan owa Jawa. Tentu ini bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah awal baru bagi keluarga owa yang dilepasliarkan maupun bagi Yayasan Owa Jawa. Awal baru untuk melanjutkan perjuangan dalam menjaga kelestarian satwa mengagumkan yang merupakan endemik Jawa ini. Untuk terus melanjutkan penyebaran informasi kepada masyarakat sekitar agar tidak menjadikan owa Jawa sebagai binatang peliharaan serta menjaga kelestarian hutan dan alam sekitar. Untuk hidup manusia yang lebih baik di masa depan.
Selamat menjadi liar kembali, Mel, Pooh dan Asri.






