Tahun 2016 menjadi tahun yang penuh semangat bagi Yayasan Owa Jawa. Selain karena agenda yang cukup padat di tahun ini, YOJ juga mendapatkan 2 anggota keluarga baru. Mimis, seekor owa Jantan dewasa yang berasal dari daerah Banjaran, Bandung, dan Bonte, owa jantan remaja yang berasal dari Tegal. Keduanya tiba di JGC pada 20 dan 31 Januari lalu.
Selama 1.5 bulan keduanya harus melalui proses karantina untuk kemudian dapat melalui tahap rehabilitasi selanjutnya. Kini, Mimis berada di kandang introduksi dengan Galagah, salah satu owa betina JGC. Sedangkan Bonte yang masih remaja, sedang belajar untuk menjadi liar kembali di kandang sosialisasi.
Sebelum bergabung dengan JGC, Mimis menghabiskan hari-harinya dalam keadaan dirantai di pohon. Sementara Bonte, harus terkungkung dalam sempitnya kandang di pinggiran Jalan di kota Tegal. Beruntung, orang yang memelihara mereka akhirnya tersadar untuk menyerahkan keduanya ke pusat rehabilitasi. Javan Gibbon Center pun menerima kehadiran mereka dengan sukacita.


Kedatangan kedua owa jantan itu menimbulkan kesan yang beragam bagi YOJ. Awalnya rasa bahagia yang mendominasi, karena penyerahan sukarela dari masyarakat ini menjadi bukti konkrit bahwa edukasi yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil. Karena YOJ percaya, salah satu jalan terefektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian owa Jawa adalah melalui edukasi. Dimana informasi yang didapatkan oleh masyarakat dapat terus disebarkan ke semua kalangan hingga tidak ada lagi masyarakat yang berniat untuk memelihara owa Jawa sebagai binatang peliharaan. Namun tidak dapat dipungkiri kenyataan bahwa masih ada masyarakat yang memelihara owa Jawa makin menyadarkan YOJ, bahwa PR YOJ masih sangatlah banyak.
Edukasi harus terus dilakukan, sebagai salah satu upaya untuk memberantas masalah jual-beli satwa dilindungi dari akarnya. Tentu penjual tidak akan mempertahankan komoditinya jika tidak ada pembeli, bukan? Melalui program Program Mobil Unit Konservasi Moli dan Telsi dan juga bioskop alam, YOJ pun berusaha menularkan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap owa Jawa dan hutan kepada masyarakat. Mengedukasi tentang pentingnya peran owa Jawa terhadap kondisi hutan serta peran penting hutan untuk kehidupan manusia itu sendiri. Perlahan tapi pasti kesadaran masyarakat akan terus tumbuh dan membuahkan hasil yang manis, sehingga tidak akan ada kisah seperti Mimis dan Bonte yang lain.

Mari cintai owa jawa dengan membiarkan mereka hidup tentram di habitatnya. Merantai mereka dalam sempitnya kandang tidak akan memberi manfaat apa-apa bagi kita manusia selain menunjukkan ketidakpedulian kita terhadap eksistensi mereka. Jika sudah terlanjur memelihara, maka tidak pernah ada kata terlambat untuk melakuka hal yang benar. Serahkan owa Jawa atau pun satwa dilindungi lainnya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat atau pusat rehabilitasi satwa. Beri mereka kesempatan kedua untuk kembali menjadi diri mereka yang sesungguhnya. Mari mulai menanamkan pemahaman itu, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini. Selamat menjadi pecinta!




