Pada tanggal 24 Oktober 2017, bertepatan dengan hari Owa Internasional (International Gibbon Day), Yayasan Owa Jawa kembali berhasil melepasliarkan lima individu owa jawa di area Gunung Puntang, Hutan Lindung Malabar, Bandung, Jawa Barat.
Tiga individu diantaranya adalah satu keluarga owa yang terdiri dari owa jantan Willie, owa betina Sasa dan bayi mereka Jatna. Willie dan Sasa sebelumnya telah melalui masa rehabilitasi selama 5-7 tahun di Javan Gibbon Center, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Bogor. Setelah melalui masa perjodohan yang panjang, akhirnya pasangan itu berhasil melahirkan bayi owa yang diberi nama Jatna. Kini, ketiganya telah resmi menjadi penghuni salah satu area hutan di gunung Puntang, Hutan Lindung Malabar, setelah sebelumnya melalui masa habituasi selama dua bulan di Gunung Puntang.

Pelepasliaran ini merupakan pelepasliaran yang ke lima kalinya. Sebelumnya, 15 Juni 2013 telah dilepasliarkan sepasang Owa Jawa bernama Kiki dan Sadewa, pada 27 Maret 2014 dilepasliarkan satu keluarga Owa jawa, Bombom (betina), Jowo (jantan) dan anak mereka Yani (betina) dan Yudi (jantan), pada 24 April 2015 dilepasliarkan pasangan Robin-Moni dan Moli-Nancy, dan keluarga Mel-Pooh-Asri pada tanggal 10 Agustus 2016.
Pelepasliaran ini merupakan buah kerjasama yang diinisasi oleh Yayasan Owa Jawa bersama mitra Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Perum Perhutani, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Conservation International Indonesia, Silvery Gibbon Project, dan Pertamina EP asset 3 Subang Field.

Acara pelepasliaran pun berjalan dengan khidmat, dihadiri oleh para stakeholder dari instansi terkait, aparat, masyarakat setempat dan awak media cetak maupun elektronik. Pada hari itu, juga hadir Ibu Endang yang merupakan adopter Willie semasa Willie menjalani masa rehabilitasi di Javan Gibbon Center.

Program adopsi owa jawa hingga kini masih tersedia di Javan Gibbon Center. Masyarakat yang ingin turut berpartisipasi dalam proses rehabilitasi owa jawa secara langsung dapat menjadi adopter bagi owa jawa yang sedang direhabilitasi dengan cara memberikan donasi untuk perawatan owa jawa. Dengan demikian masyarakat yang benar-benar peduli akan owa jawa dapat menjadi bagian upaya konservasi owa jawa secara nyata.
Selain itu yang paling penting dalam menyelamatkan owa jawa tentunya adalah dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberadaan owa jawa dan hutan sebagai tempat tinggal mereka. Sehingga keinginan untuk memelihara satwa liar seperti owa jawa juga upaya perusakan hutan sebagai habitat alami mereka dapat dihindari. Dengan demikian alam pun dapat terjaga dengan baik.





