Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/owajawao/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/owajawao/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/owajawao/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/owajawao/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/owajawao/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Maral, Si Mungil Pelipur Hati

Kehadiran Maral pada 9 Februari 2015 lalu membuat kehidupan pasangan Mel dan Pooh semakin sempurna. Kini mereka tak hanya berdua melainkan sudah berkeluarga. Mel, owa jawa berjenis kelamin jantan yang diperkirakan lahir pada tahun 1997 adalah owa hasil sitaan dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi sedangkan Pooh, owa betina yang diperkirakan lahir pada tahun 2000 adalah serahan sukarela dari masyarakat Desa Jampang Kulon. Keduanya diserahkan oleh Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga kepada Javan Gibbon Center untuk menjalani proses rehabilitasi pada tanggal 28 Januari 2008.

Upaya penjodohan terhadap Mel dan Pooh tidak berlangsung lama. Setelah menjalani masa karantina mulai hari yang sama dengan kedatangan mereka, pada 10 Maret 2008 mereka sudah menempati sebuah kandang pasangan. Dari tahun ke tahun, ikatan pasangan ini semakin meningkat dan sejak awal tahun 2014 mereka mulai menunjukkan kemesraan yang diperlihatkan dengan peningkatan perilaku sosial diantara keduanya. Kegiatan menelisik pasangannya (allogrooming) merupakan salah satu perilaku sosial mereka yang sering teramati.

Kecurigaan terhadap kehamilan Pooh bermula dari pengamatan harian siklus menstruasinya pada bulan November 2014 lalu. Pooh adalah salah satu betina dewasa yang memiliki siklus menstruasi yang teratur, namun di bulan November dan Desember 2014 siklus tersebut tidak teramati. Kecurigaan terhadap kehamilan semakin meningkat dengan makin besarnya perut Pooh hingga akhirnya pada tanggal 21 Desember 2014 dilakukan pemeriksaan USG untuk memastikan dugaan tersebut.

Hasil USG 21 Desember 2014: jantung janin (atas) dan kepala janin (bawah)

 

Senang sekali rasanya ketika monitor alat USG memperlihatkan janin Pooh yang telah berukuran cukup besar dan dalam kondisi yang sehat. Jantung si janin pun nampak berdenyut-denyut. Dari hasil USG saat itu, diperkirakan janin dalam kandungan Pooh berusia lebih kurang 5 bulan. Itu berarti kami hanya menunggu 1 atau 2 bulan ke depan hingga bayi itu siap dilahirkan.

Di pagi hari sekitar jam 06.30 WIB pada tanggal 9 Februari 2015, saat pemberian pakan, salah satu perawat satwa kami mendapati Pooh tengah menyusui bayi mungilnya. Ternyata Pooh telah melahirkan, sepertinya prosesnya belum lama terjadi karena tali pusar sang bayi masih menempel di tubuhnya. Pooh, sang induk terlihat sangat menyanyangi buah hatinya. Meskipun ini kali pertama Pooh melahirkan seorang anak, namun naluri keibuannya amatlah baik. Perlahan ia belajar untuk membuat bayinya senyaman mungkin berada dalam pelukannya, begitu pula saat ia beraktivitas. Kini Pooh semakin lincah dan tak ragu-ragu untuk membawa bayinya berkeliling kandang, berayun, bahkan melompat sekalipun. Mel sang ayah juga terlihat antusias terhadap kehadiran Maral, sang buah hati. Namun, ia sedikit membatasi diri untuk tidak terlalu mengikuti Pooh dan membiarkannya mengambil makanan yang disiapkan untuknya demi Pooh dan Maral.

 

Tulisan terkait

Owa Jawa tinggal 4.000 individu!

Hilangnya habitat merupakan ancaman terbesar bagi populasi Owa Jawa di alam. Hal ini semakin diperparah dengan maraknya perburuan dan perdagangan bayi Owa Jawa untuk dijadikan peliharaan.